Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sukses Vinny Dalam Cerita "Pejuang NIP dalam Sepotong Episode Takdir-Nya" Skor SKD Server Error 404 ???

Pejuang NIP dalam Sepotong Episode Takdir-Nya

Oleh : Vinny Yuliani Sundara, S.Si., M.Si (Dosen Muda Statistika UIN Jambi)


 
Sebuah perjalanan yang sangat panjang tentunya dimulai dengan sebuah langkah, begitupula sepotong episode kehidupan yang dirangkai dalam sebuah tulisan akan dimulai dengan sebuah kata.

Bismillahirrahmannirrahiim.

Izinkan aku menuliskan sepenggal episode kehidupan tentang perjalanan memperoleh NIP (Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil). Jutaan orang bercita-cita dan berlomba menjadi PNS dengan 1001 alasan, diantaranya: jaminan gaji, 14 gaji dalam setahun, mendapat banyak tunjangan, adanya jaminan kesehatan, jaminan dana pensiun, jenjang karir yang jelas, tidak ada PHK, jam kerja pasti, memperoleh banyak waktu luang, status sosial yang baik, disukai calon mertua, dan sebagainya. Ribuan alasan untuk menjadi PNS membuat sebagian orang menghalalkan berbagai cara untuk menggapainya, seperti uang suap, calo, dan cara curang lainnya. Saat aku masih kecil, sering sekali aku melihat berita tentang praktik suap untuk menjadi PNS dan berita negatif lainnya. Aku berpikir tidak akan halal dan berkah suatu penghasilan yang diperoleh jika dimulai dengan sesuatu yang tidak halal. Sejujurnya menjadi PNS tidak ada dalam cita-citaku, bahkan tidak tertulis dalam rencana masa depanku. 

Seleksi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) pertama kali pada tahun 2014. CAT merupakan tes dalam seleksi CPNS yang berbasis komputer, dimana nilai dapat dimonitor langsung oleh peserta, panitia, dan masyarakat umum. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah melaksanakan seleksi CPNS yang lebih kompetitif, adil, obyektif, transparan, dan bebas dari KKN. Beberapa tahun setelahnya tidak ada seleksi CPNS dan baru dibuka kembali yaitu pada seleksi CPNS 2017. Tahun 2017 merupakan pertama kali bagiku mengikuti seleksi CPNS. Aku mengikuti seleksi tersebut atas permintaan orang tua terutama ibuku. Saat itu aku sama sekali tidak tertarik mengikutinya, karena aku sedang mempersiapkan untuk kuliah S3. Belajar merupakan hobiku. Mungkin merupakan hobi yang cukup aneh, tapi memang begitu adanya. Saat kecil aku sama sekali tidak tertarik dengan boneka. Aku lebih tertarik pada buku-buku yang berjajar rapi pada perpustakaan maupun toko buku.

Hobiku membuatku haus akan ilmu. Setelah menyelesaikan kuliah S1, aku melanjutkan kuliah S2 di tahun yang sama. Setelah lulus S2 akupun ingin langsung melanjutkan kuliah S3. Namun aku terkendala salah satu syarat beasiswa yaitu pengalaman bekerja minimal 1 tahun. Selama ini memang aku kuliah tanpa jeda dari jenjang yang satu ke jenjang yang selanjutnya. Pengalaman sebagai asisten dosen tidak terhitung sebagai pengalaman bekerja. Oleh karena itu aku memutuskan mengabdi di salah satu kampus untuk memperoleh pengalaman kerja. Beberapa pilihan kampus di Jawa sebagai tempatku mengabdi belum memperoleh restu dari kedua orang tuaku. Akhirnya aku memutuskan untuk mengabdi di salah satu kampus di tanah kelahiranku, yaitu Jambi. Setelah sekian lama meninggalkan, akhirnya aku kembali lagi ke tanah kelahiranku. Aku dilahirkan di Jambi, dan pindah mengikuti orang tua sejak usiaku belum genap 2 tahun, dan baru kembali lagi ke Jambi setelah aku menyelesaikan kuliah S2.


Sejenak kembali ke seleksi CPNS 2017, aku tetap mendaftar walaupun saat itu aku tidak ingin. Keinginan terbesarku saat itu segera melanjutkan kuliah S3. Aku berpikir bahwa seleksi yang cukup panjang ini tentu akan menghambat dalam proses beasiswa dan pendaftaran kuliah S3. Di sisi lain aku berpikir bahwa, jutaan orang mendaftar dan belum tentu juga aku akan lulus nantinya. Sistem seleksi CPNS 2017 semuanya serba online. Hanya saja ada berkas yang harus diantarkan ke instansi tujuan. Setelah selesai proses pendaftaran, aku tidak pernah mencari tau tentang soal-soal apa saja yang akan diujikan pada tes CAT nanti. Aku hanya tau bahwa tesnya menggunakan komputer dan tidak mencari tau lebih lanjut akan hal itu.

Pertama kali merasakan tes CAT aku tidak merasakan hal yang spesial. Hanya saja aku berpikir dengan sistem ini akan lebih adil karena mengurangi peluang untuk melakukan kecurangan. Sebelum memasuki ruangan, semua peserta ujian diperiksa, di dalam ruangan hanya diberikan sebuah pensil dan selembar kertas. Soal-soal aku kerjakan, setelah selesai pada layarku muncul nilai-nilai dan kesimpulan bahwa aku tidak lulus passing grade (nilai ambang batas). Alhamdulillah, ucapku bahagia dalam hati. Saat semua bersedih ketika tidak lulus, aku malah sebaliknya. Aku tidak lulus disebabkan kurang 1 soal (5 poin) pada TWK (Tes Wawasan Kebangsaan). 

Setahun berselang. Saat itu aku mungkin dalam fase yang cukup galau, karena beberapa skema beasiswa S3  berubah. Pembimbing menyarankan untuk mengambil S3 di luar negeri. Tetapi aku belum mendapat restu orang tua jika melanjutkan kuliah S3 di luar negeri dalam waktu dekat. Selama ini aku sangat merasakan, jika orang tua ridho maka segala sesuatu menjadi mudah. Bahkan hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Begitu pula sebaliknya. Ketika orang tua tidak ridho, ada saja hambatan yang akan ditemui.
 
“Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua, dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua“. (HR. Tirmidzi)

Seiring berjalannya waktu, aku sudah mulai ridho atas segala ketentuan-Nya. Untuk menghilangkan gundahku tidak bisa langsung melanjutkan kuliah S3, aku menambah kesibukanku. Selain mengajar di kampus, aku juga mengajar bimbel SD, SMP, dan SMA. Aku juga mengajar di bimbel persiapan masuk sekolah kedinasan (STAN, STIS, IPDN, dan lain-lain), persiapan masuk TNI/Polri, dan persiapan tes CPNS. Selain mengajar, aku juga aktif di organisasi, komunitas, dan menambah wawasan baik untuk dunia maupun akhiratku.

Seleksi CPNS 2018 dibuka, saat itu aku juga belum ada niat untuk mendaftar. Berbeda dengan seleksi CPNS 2017, saat ini aku sudah tahu seluk beluk tentang seleksi CPNS karena aku mengajar di bimbel persiapan CPNS. Untuk menjadi siswa pada program ini, siswa harus membayar jutaan rupiah. Aku cukup heran kenapa hanya untuk sebuah tes mau membayar dengan harga yang cukup mahal bagi yang belum bekerja. Tetapi setidaknya bahwa uang tersebut digunakan untuk memperoleh ilmu bukan untuk suap-menyuap dan itu sudah termasuk hal yang positif.

Aku mengajar lebih dari 10 kelas persiapan CPNS. Setiap kelas terdiri dari 15-25 siswa. Siswa ini tidak hanya lulusan SMA, banyak juga lulusan S1 dan S2. Banyak pula karyawan swasta serta pegawai honorer. Biasanya, di bimbel aku mengajar yang usianya jauh lebih muda atau minimal sama. Namun di kelas ini, aku mengajar orang yang usianya cukup jauh diatasku tapi tidak lebih dari 35 tahun. Pada awalnya aku cukup gugup karena mengajar orang yang sebenarnya sudah luas wawasannya. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan karakteristiknya pada pertemuan awal aku selalu meminta siswa untuk memperkenalkan nama, pekerjaan, jumlah tes CPNS yang pernah diikuti, serta menyebutkan alasan gagalnya. Sebenarnya aku lebih senang menyebut partner belajar dibandingkan siswa, karena sesungguhnya justru aku yang banyak belajar dari mereka.


Aku mendengarkan dengan seksama perkenalan dari ratusan partner belajarku di bimbel persiapan CPNS. Bahkan ada yang mengikuti seleksi CPNS sebanyak 5 kali namun belum lulus juga. Rata-rata mereka sudah pernah mengikuti tes CPNS minimal satu atau dua kali. Namun ada juga yang belum  pernah sama sekali. Kurangkum kegagalan mereka mengikuti seleksi CPNS disebabkan belum lulus passing grade atau nilai ambang batas. Aku berpikir bahwa kelas ini sangat heterogen, maka setelah perkenalan aku menjelaskan secara umum gambaran tes CPNS terkhusus yang belum pernah tes sama sekali.

Seleksi CPNS sejak 2014 dilakukan secara online, begitu pula CPNS 2017 dan CPNS 2018. Pelamar CPNS harus membuat akun pada https://sscasn.bkn.go.id. Pelamar melengkapi data diri dan mengunggah persyaratan melalui akun tersebut. Setelah selesai maka pelamar dapat mencetak kartu pendaftaran. Selanjutnya pelamar dapat mengirim berkas ke instansi yang dituju. Tetapi beberapa instansi cukup pendaftaran online saja. Pada akun tersebut, pelamar dapat mengetahui jumlah pendaftar di setiap formasinya, dengan kata lain dapat diketahui berapa jumlah saingan dalam tiap formasi. Pengumuman hasil seleksi administrasi dapat dilihat di akun masing-masing atau pada instansi yang dilamar. 

Setelah lulus administrasi, pelamar dapat melanjutkan pada tahapan SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) yang berbasis komputer atau yang lebih dikenal CAT (Computer Assisted Test). Soal SKD sejumlah 100 soal dengan waktu 90 menit. Menurutku soal-soal ini tidak sulit, namun berdasarkan  try out soal, kebanyakan orang tidak dapat memanajemen waktu dengan baik. Aku juga selalu jelaskan di depan kelas bahwa, 100 soal harus seluruhnya dijawab dalam waktu 90 menit. Artinya 1 soal harus dijawab 0,9 menit atau setara dengan 54 detik. Soal-soal tersebut tidak susah, namun waktu untuk menjawab yang terbatas.

Pada TWK dan TIU, setiap soal yang dijawab benar memperoleh 5 poin, sedangkan jika salah atau tidak dijawab memperoleh 0 poin atau tanpa pengurangan nilai. Oleh karena itu jangan sampai ada soal yang tidak dijawab. Di menit terakhir gunakan untuk melengkapi jawaban yang belum terisi. Terkhusus TKP tidak ada benar atau salah, setiap jawaban mempunyai skor 1-5 poin. Soal SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) yang berjumlah 100 soal terbagi menjadi 3 komponen yaitu :
Jenis Jumlah Soal Passing Grade Soal Benar
TWK ( Tes Wawasan Kebangsaan) 35 soal 75 15 soal
TIU (Tes Intelegensia Umum) 30 Soal 80 16 soal
TKP (Tes Wawasan Kebangsaan) 35 Soal 143 Skor 4 atau 5.

Untuk lulus passing grade TWK, peserta harus menjawab benar 15 soal dari 35 soal, artinya boleh salah 20 soal. Kemudian untuk TIU harus menjawab 16 soal dengan benar. Untuk TKP sebisa mungkin memilih jawaban dengan skor 4 atau 5, karena jika semuanya terpilih 4 poin, 4x35=140 poin belum cukup untuk lulus passing grade. Pelamar juga tidak bisa lulus SKD jika salah satu komponen baik TIU, TWK, dan TKP di bawah passing grade. Hal ini yang terjadi saat aku mengikuti seleksi CPNS 2017, walaupun TIU dan TKP jauh di atas passing grade, namun nilai TWK hanya 70 poin, artinya kurang 1 soal benar (5 poin) agar lulus SKD. Namun aku tak ingin berandai-andai, karena semua skenario dalam hidup ini kuyakini ada hikmah-Nya.

“Jika kalian tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan:
‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’.
 Akan tetapi hendaklah kau katakan :
‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’
 Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu setan”

(HR. Muslim)

Pendaftaran seleksi CPNS 2018 terus berlangsung. Kesibukanku makin bertambah disebabkan jadwal mengajar yang semakin padat baik di kampus maupun di bimbel. Di rumah aku juga mempunyai private belajar yang bersifat non-profit yang diperuntukkan untuk tetangga dan saudara. Seringkali aku mendaftarkan akun seleksi CPNS siswaku di bimbel. Cukup banyak akun yang aku buat, namun aku sendiri belum mendaftar saat itu. Suatu malam aku berdiskusi dengan keluarga inti mengenai formasi dan daerah yang aku daftarkan, akhirnya diambil suatu kesimpulan untuk mencoba kembali dengan formasi yang sama di kampus yang sama saat aku mendaftar pada seleksi CPNS 2017. Meskipun aku ingin mendaftar formasi yang sama di Jawa (aku suka dengan atmosfer belajar di sana), namun akhirnya aku mendaftar sesuai dengan hasil musyawarah keluarga. 

Hari tes SKD pun tiba. Saat itu aku diantar oleh Ibu karena aku belum paham jalan di sini. Walaupun sudah hampir setahun, rute perjalanaanku hanya sebatas rumah – kampus – bimbel - toko buku – bandara. Selebihnya aku lebih sering tersesat di kota kelahiranku. Untuk masuk ke dalam ruangan, pengecekan sangat ketat sekali. Aku tidak kaget saat itu karena sudah pernah tes tahun sebelumnya. Tes kali ini bekal belajarku sangat sedikit, karena tidak ada waktu khusus bagiku untuk belajar di rumah. Aku hanya mengandalkan belajar saat mengajar di bimbel dan saat menjawab pertanyaan seputar soal CPNS pada whatsapp. Tapi setidaknya lebih baik dari tahun kemarin karena sebelumnya aku tidak tau passing grade, berapa jumlah soalnya, dan soal apa saja yang akan diujikan.


Sebelum dimulai, aku berdo’a agar Allah mudahkan jika memang ini rezekiku, dan agar aku tidak bersedih jika tidak lulus passing grade nantinya. Soal pertama langsung dimulai dengan TWK. Langsung terucap istighfar di bibir karena soalnya cukup sulit. Aku lebih suka sesuatu yang ada hitungan seperti statistika, matematika, fisika, kimia, dan yang ada rumus serta angka. Soal-soal TWK akhirnya berhasil aku jawab semua walaupun penuh dengan istighfar karena soalnya memang luar biasa. Selanjutnya 30 soal TIU, aku suka bagian ini karena banyak angka. Aku lanjutkan lagi 35 soal TKP, ini aku jawab sesuai apa yang akan aku lakukan ketika aku berada dalam kondisi tersebut. Aku memang mengerjakan agak cepat karena takut kehabisan waktu. Setelah selesai menjawab 100 soal, leherku sangat sakit karena terlalu lama berada di posisi yang sama. Aku menoleh kiri dan kanan, di layar mereka masih separuh hijau dan separuh lagi merah. Hijau artinya soal sudah dijawab, dan merah artinya soal belum dijawab. Akhirnya aku lihat layarku yang sudah penuh dengan hijau dan menunjukkan bahwa aku masih punya waktu 40 menit lagi. Setiap peserta ujian memperoleh kombinasi pin 4 digit, artinya jangan berharap bahwa bisa mencontek kiri-kanan. Bahkan di dalam satu ruangan belum tentu mempunyai pin soal yang sama.

Sisa waktu yang masih banyak pada layarku, serta melihat yang lain masih serius mengerjakan, aku membaca kembali dari awal sampai akhir. Setelah dibaca berulang kali, aku tidak mengganti jawabanku pada TIU dan TWK, akhirnya sisa waktu yang ada aku habiskan untuk menganti-ganti jawaban TKP. Berdasarkan berita saat itu, rata-rata tidak lulus SKD disebabkan gagal di TKP dan jumlah kelulusan passing grade tidak lebih dari 10% dari jumlah formasi. Artinya pada CPNS 2018 sulit sekali untuk lulus passing grade karena tidak memenuhi skor TKP. Walaupun aku mengerjakan dengan cepat, aku tidak yakin jawabanku benar terutama pada TWK, aku tidak berani juga untuk mengklik tombol selesai pada layar. Aku memutuskan untuk menunggu sampai waktu habis. 

Ketika waktu habis, muncul pada layarku, anda lulus passing grade, TIU 130, TWK 130, TKP 144 dan total 404. Melihat angka 404 seperti melihat kode server yang rusak saat menjelajah di internet. 

Pengumuman hasil SKD akhirnya tiba. Namun karena sedikit sekali yang lulus passing grade SKD, maka sejak seleksi CPNS 2018 ada istilah P1 (lulus passing grade) dan P2 (tidak lulus passing grade tetapi masuk ranking). Setelah SKD (bobot 40%), maka harus berjuang lagi untuk SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). SKB (bobot 60%) pada instansi yang aku lamar terbagi menjadi 3, yaitu psikotes 35%, tes praktik kerja 40%, dan wawancara 25%. Psikotes dilakukan secara tertulis berupa pilihan ganda, dimana soal yang diujikan mirip soal TIU ditambah soal psikotes yang berupa memilih satu opsi dari dua pilihan, seperti: a. Saya suka hal yang detail dan teratur. b. Saya suka hal yang baru dan menantang. Tes praktik kerja berupa microteaching, selain itu dites pula kemampuan menjelaskan dalam bahasa Inggris/Arab, serta membuat perangkat pembelajaran yang lengkap. Pada saat wawancara, ada banyak pertanyaan yang dibacakan oleh penguji seputar agama, pancasila, dan lainnya. Saat wawancara juga diminta untuk praktek sholat, baca dan tulis alqur’an, serta menyerahkan fortofolio diri lengkap dengan buktinya

Hasil SKD sebesar 40% dan hasil SKB sebesar 60% digabungkan untuk menentukan kelulusan akhir. Pada seleksi CPNS 2018 juga merupakan pertama kali bisa mengisi kekosongan formasi. Misalkan saja pada formasi yang sama dibuka untuk 1 umum dan 1 cumlaude, namun formasi cumlaude tidak ada pendaftar, maka saat pengumuman akhir peringkat 1 pada formasi umum mengisi sesuai formasinya dan peringkat 2 pada formasi umum mengisi kekosongan formasi cumlaude tersebut. Banyak sekali formasi cumlaude yang kosong disebabkan syaratnya merupakan lulusan cumlaude dari Perguruan Tinggi dengan akreditasi A, dan program studi juga terakreditasi A saat ijazah pelamar diterbitkan.

Alhamdulillah aku lulus saat pengumuman akhir. Setelah itu aku harus mempersiapkan untuk pemberkasan CPNS, dimana setelah pemberkasan ini memperoleh NIP dan menerima SK CPNS. Pada SK CPNS tertulis bahwa gaji yang diterima sejumlah 80% dari gaji yang seharusnya. Sebelum diangkat menjadi PNS, maka CPNS harus menjalani masa percobaan minimal 1 tahun dan paling lama 2 tahun sejak diangkat menjadi CPNS. Salah satu syarat untuk pengangkatan PNS yaitu telah lulus Latsar.

Pelatihan Paling Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil disingkat Latsar CPNS atau cukup disebut Latsar. Latsar CPNS setidaknya memiliki 10 jam materi pelatihan dasar sebagai nilai-nilai dasar PNS yang terdiri atas: dinamika kelompok, bela negara, wawasan kebangsaan, manajemen ASN, Isu kontemporer, ANEKA (Akuntabilitas -Nasionalisme -   Etika Publik – Komitmen Mutu – Anti Korupsi),  whole of government, pelayanan publik, rancangan aktualisasi, dan aktualisasi (off campus). Seluruh materi dapat diunduh pada halaman https://sipka.lan.go.id/elearning. Saat latsar aku bertugas sebagai sekretaris di angkatan XVI. Angkatanku sangat terkenal dengan yel-yelnya yang berbunyi: “ini yel yel... ini yel yel...” begitu seterusnya. Yel yel angkatan kami memang tidak bagus, tapi aku yakin tetap akan dikenang setiap angkatan yang latsar bersamaan dengan angkatan kami.


Setelah menyelesaikan latsar maka akan memperoleh STTP (Surat Tanda Tamat Pelatihan). Surat ini yang nantinya digunakan untuk salah satu syarat pengangkatan PNS. Sambil mengunggu pengangakatan PNS yang berjarak kurang lebih 1 tahun, aku bersama Kito Serasi mengurus pembuatan kartu taspen, membuat kartu NIDN, surat pengantar pemeriksaan kesehatan, menulis jurnal sebagai syarat fungsional, serta berkas-berkas lainnya. Mungkin ada yang bertanya apa itu Kito Serasi, namun tidak salah pembaca karena aku juga tidak memperkenalkan di awal. 

Kito Serasi merupakan keluarga baruku, yang sesungguhnya merupakan seluruh teman seperjuangan dalam memperjuangkan NIP. Kita semua lulus seleksi CPNS 2018 pada instansi yang sama. Pada awalnya Kito Serasi berjumlah 30 orang, dengan rincian 27 dosen, 1 dokter, 1 perawat, dan 1 humas. Beberapa bulan berselang, Kito Serasi memperoleh tambahan 2 dosen karena ada pengumuman susulan. Aku tidak tahu secara pasti tanggal Kito Serasi terbentuk. Kito Serasi ini layaknya keluarga, tak dipungkiri sering ada canda dan tawa, ada kebahagiaan, namun tak luput dari kesedihan, ada pertengkaran yang mungkin sebagai cobaan dari sebuah kekeluargaan, yang pasti ada do’a yang melangit mengiringi kebersamaan ini.

Seiring berjalannya waktu, saat ini aku dan Kito Serasi sudah resmi memperoleh SK PNS serta pengambilan sumpah yang dilaksanakan secara daring (online) disebabkan pandemi covid-19. Tidak ada yang menduga bahwa virus kecil itu menyebar dengan cepatnya ke seluruh penjuru dunia. Senada juga denganku yang tak menduga bahwa menjadi pejuang NIP merupakan jalan takdirku yang dipilihkan oleh-Nya. Ingatlah bahwa akan ada suatu masa dimana akan merasa episode takdir-Nya tidak berjalan sesuai rencana. Bukan karena Allah tidak mengabulkan do’a. Allah memberikan yang dibutuhkan bukan yang diinginkan, namun keterbatasan manusia yang tak mampu menangkap hikmah-Nya. Setiap episode kehidupan telah ditakdirkan Allah, yakinlah bahwa setiap takdir Allah selalu baik, maka senantiasa bersyukur dan tersenyumlah.. ^_^

“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa
apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan
apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku”
(Umar bin Khattab)

Penulis :
Vinny Yuliani Sundara, S.Si., M.Si (Dosen Muda Statistika UIN Jambi)

 

Bonus :Gratis, Download E-Book Tes CPNS Terlangkap Untuk Pesiapan Tes CPNS 2021 (Materi & Soal-Soal SKD & SKB) 

Hasil SKD Tertinggi Ketika Tes CPNS 2018, Ia Mampu Menembus Passing Grade Ambang Batas Dengan Skor Pantastis. 

Ingin Bimbel Online CPNS bersama ibu Vinny Yuliani Sundara, S.Si., M.Si Silahkan Hubungi BCL di bawah ini :


Silahkan Share. terimkasih

2 komentar untuk "Kisah Sukses Vinny Dalam Cerita "Pejuang NIP dalam Sepotong Episode Takdir-Nya" Skor SKD Server Error 404 ???"